Artikel - Obat Kurap 19 Meredakan Penyakit Kulit Karena Infeksi Jamur

Obat Kurap 19 untuk Meredakan Panu, Kadas dan Kurap

Sahabat IDA,  Penyakit kurap (kadas) atau ringworm adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh beberapa jamur yang berbeda dan bisanya dikelompokkan berdasarkan lokasinya pada tubuh. Nama tersebut timbul karena tambalan kulit berbentuk gelang yang diciptakan oleh infeksi tersebut. Sedangkan panu adalah penyakit akibat infeksi jamur Malassezia yang ditemukan pada permukaan kulit. Umumnya, jamur yang secara normal tinggal pada kulit, seperti Malassezia, tidak menyebabkan masalah kesehatan.

Penyakit panu dan kurap bisa terjadi pada orang dari seluruh latar belakang etnis serta lebih umum pada remaja dan dewasa muda. Orang dewasa lebih mungkin terkena panu apabila mereka berada di area dengan iklim subtropis.

 Gejala kurap yang paling mudah dikenali adalah munculnya ruam kemerahan berbentuk cincin dengan garis luar yang tidak beraturan. Ruam ini biasanya terasa sangat gatal dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Sedangkan panu sering muncul tanpa disadari, apalagi jika terjadi di punggung yang tidak terlihat oleh mata. Gejala yang sering timbul yaitu rasa gatal ketika berkeringat dan warna permukaan kulit berubah menjadi putih, cokelat, bahkan merah, tergantung dari pigmen kulit penderita. Pada bagian kulit yang terserang penyakit kulit panu ini biasanya terdapat sisik halus yang menutupinya.

Jika anda yang sedang mengalami gangguan jangan khawatir karena panu dan kurap bukanlah penyakit yang bisa menimbulkan penyakit serius lainnya. Namun perlu dicatat, penting untuk Anda menghilangkan panu dan kurap karena berhubungan langsung dengan kehidupan sosial.

Untuk Anda yang tidak berharap terkena penyakit kulit ini, ada baiknya Anda memperhatikan tips berikut ini. Hal ini juga dapat diterapkan untuk Anda yang sudah sembuh dan berharap panu tidak datang kembali.

  • Hindari menggunakan produk kulit yang mengandung minyak.
  • Kurangi ekspos terhadap sinar matahari. Jika sinar matahari tidak dapat dihindari, pertimbangkan untuk menggunakan sampo anti jamur setiap hari selama beberapa hari sebelum paparan sinar matahari.
  • Memakai tabir surya setiap hari.
  • Gunakan formula yang tidak mengandung minyak dengan minimal SPF 30.
  • Jangan memakai pakaian yang ketat, seperi celana jeans, dan sebagainya. Kenakan kain berpori-pori, seperti katun, untuk mengurangi keringat dan lembab.

Pakai Obat Kurap 19 produksi PT Irawan Djaja Agung, agar panu dan kurap lekas sembuh.

Dapatkan Obat Kurap 19 di :

SHOPPEE

TOKOPEDIA

BUKALAPAK

Artikel - Cara Menghindari Penyakit Kulit Dengan Mudah

Jenis-jenis jamur kulit

Dari ribuan jenis jamur, hanya ada beberapa spesies jamur yang menyebabkan penyakit. Selain itu, penyakit yang disebabkan oleh jamur jarang terjadi pada orang yang sehat karena mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat baik.

Menurut Human Diseases Forum dan Conditions, jamur dapat menyebabkan infeksi kulit ringan hingga penyakit yang mengancam jiwa. Jamur dapat menyebabkan dua jenis infeksi, sistemik dan superfisial. Infeksi sistemik mempengaruhi organ dalam seperti paru-paru, jantung, otak, ginjal, dan hati. Sedangkan infeksi superfisial mempengaruhi kulit, kuku, dan rambut.

  1. Kurap (ringworm)

Gejala dermatofitosis (ringworm) berbeda-beda tergantung pada area kulit yang terinfeksi. Namun, gejala yang paling umum adalah ruam kemerahan berbentuk cincin. Infeksi terjadi pada kaki, kulit kepala, wajah, leher, dan bagian tubuh lainnya.

  • Tinea pedis atau kurap kaki (athlete’s foot)

Kurap kaki disebabkan oleh jamur mikroskopis yang hidup pada jaringan kulit yang mati pada rambut, kuku jari kaki, dan lapisan kulit luar. Jamur penyebab kurap kaki yang paling umum adalah trichophyton rubrum. Jamur ini berkembang di tempat yang lembap seperti pada sepatu, kaos kaki, kolam renang, dan lantai kamar ganti. Kurap kaki mengakibatkan kulit mengelupas, kemerahan, gatal, terasa panas, dan melepuh.

  • Tinea cruris (jock itch)

Tinea cruris (jock itch) adalah infeksi kulit yang disebabkan jamur tinea. Jamur ini hidup di area tubuh yang hangat dan lembap. Biasanya terjadi pada area genital, paha, dan pantat. Kulit yang terinfeksi tinea cruris (jock itch)  akan tampak kemerahan, gatal atau perih.

  • Onikomikosis

Onikomikosis adalah infeksi jamur yang terjadi pada kuku jari kaki dan kuku tangan. Onikomikosis disebabkan oleh berbagai organisme jamur, yang paling umum adalah dermatofita. Onikomikosis lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan.

  • Panu (tinea versicolor)

Panu (tinea versicolor) adalah infeksi kulit yang terlihat seperti bercak kecil dan berubah warna, dapat lebih terang dan lebih gelap dari warna kulit. Panu disebabkan oleh jamur yang disebut Malassezia, jamur yang hidup di kulit kebanyakan orang. Infeksi kulit ini biasanya terjadi pada leher, dada, punggung, dan lengan.

Sumber:

https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/fungal-infections-skin#1
https://www.health24.com/Medical/Skin/Fungal-skin/6-fungal-infections-we-need-to-be-aware-of-20171011-2
https://www.healthline.com/health/ringworm#types

Cara Menghindari Penyakit Kulit saat Musim Hujan

Indonesia mulai memasuki musim hujan. Periode ini banyak memunculkan ancaman penyakit, termasuk penyakit kulit. Karena itu, sahabat IDA harus mengantisipasi beberapa penyakit kulit yang bisa menyerang tubuh saat hujan.

Pada kasus penyakit kulit yang terjadi pada musim hujan, sebenarnya bukan karena air hujannya yang menjadi masalah, melainkan ada beberapa faktor lain. Biasanya itu terjadi karena lembap di tubuh yang bisa menyebabkan penyakit kulit.

Jamur suka berkembang di tempat yang lembap. Ini biasanya muncul di pakaian yang basah sehabis terkena hujan atau terkena cipratan saat dalam perjalanan. Salah satu cara untuk menghindari jamur adalah dengan mengganti kaus atau pakaian yang sudah terkena hujan dalam waktu yang lama.

Selain itu, bagi sahabat IDA yang terkena hujan agar cepat segera mandi agar resiko terkena berbagai macam penyakit kulit tidak menjadi besar. Kalau bisa, segera mandi bersih dengan sabun setelah terkena air hujan. Bagi sahabat IDA yang bepergian dengan motor dan harus memakai jas hujan, usahakan setelah memakai jas hujan, jemur sampai kering sebelum kembali dipakai. Jas hujan yang basah sangat berpotensi menghadirkan jamur karena lembap.

Nah, memasuki musim hujan seperti sekarang ini, tidak ada salahnya untuk membawa pakaian ganti. Pakaian yang basah tentunya tidak nyaman untuk dipakai terus-menerus. Ini penting agar penyakit kulit tidak semakin berkembang di dalam tubuh.

Jika sudah terlanjur terkena penyakit kulit karena jamur seperti panu, kadas, kurap dan kutu air redakan dengan Obat Kurap 19. Caranya mudahbersihkan terlebih dahulu bagian kulit yang terkena panu, kadas dan kurap. Ambil sedikit kapas, tetesi dengan OBAT KURAP CAP 19. Oleskan pada tempat yang sakit 3 kali sehari sampai sembuh, selama kurang lebih satu minggu.

Artikel_8

Karantina Mandiri Untuk Cegah Penyebaran Virus Corona, Begini Cara Melakukannya

Karantina mandiri menjadi satu hal yang perlu dilakukan oleh seseorang yang ditengarai terkena virus corona atau covid-19. Bahkan jika Sobatku tidak sakit, tidak batuk dan telah melakukan semua hal, mulai dari mencuci tangan dengan sabun dan mempraktikan physical disctancing, Sobatku bisa saja tertular virus corona dari orang lain setelah bepergian atau berkumpul dengan orang lain yang terkonfirmasi positif terkena virus corona.

Risiko Terkena Virus Corona

Lalu, siapa saja sih yang sebenarnya perlu melakukan karantina mandiri? Menurut ahli kesehatan, Sobatku dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri bila memiliki risiko terpapar virus corona mulai dari tingkat tinggi hingga sedang. Kamu memiliki risiko tinggi terpapar virus corona bila tinggal, akrab, atau merawat orang yang memiliki gejala covid-19 dan belum mengikuti langkah pencegahan yang disarankan.

Sobatku dianggap memiliki risiko terpapar virus corona dengan risiko sedang bila:

  • Telah melakukan traveling ke negara atau kota dengan penyebaran virus corona yang luas, atau sedang berlangsung wabah.
  • Melakukan traveling dengan kapal pesiar.
  • Pernah melakukan kontak dekat dengan orang yang terkonfirmasi positif terkena covid-19 dan bersifat simtomatik (kontak dekat seperti duduk berdekatan di pesawat).
  • Tinggal bersama, akrab dengan, atau merawat seseorang yang memiliki gejala terkena virus corona dan kamu konsisten melakukan langkah pencegahan yang direkomendasikan untuk mencegah penularan virus.

Bila sobatku merasa sehat, tidak memiliki gejala apapun (seperti kehilangan indera perasa dan penciuman), atau tidak masuk dalam kategori berisiko di atas, kamu tidak perlu melakukan karantina mandiri. Tetapi Sobatku masih tetap harus melakukan physical distancing dan memonitor diri sendiri bila ada gejala dan tanda, seperti demam dan batuk.

Bagaimana Untuk Melakukan Karantina Mandiri?

Berdasarkan pada fakta di lapangan tentang berapa lama gejala berlangsung, lamanya karantina mandiri yang direkomendasikan adalah 14 hari. Tujuannya adalah untuk mencegah potensi penyebaran virus dengan memisahkan kamu dengan orang lain dalam jangka waktu lama untuk menentukan apakah Sobatku benar-benar terinfeksi dan menunjukan gejala atau tidak.

Ada langkah-langkah yang perlu diambil untuk membantu mencegah penyebaran covid-19 saat melakukan karantina mandiri, yaitu:

  • Jangan meninggalkan rumah kecuali untuk memenuhi kebutuhan mendasar. Lakukan pembatasan aktivitas di luar rumah, termasuk pergi ke sekolah, bekerja, area publik atau menggunakan transportasi umum. Sobatku hanya boleh meninggalkan rumah untuk pergi ke dokter, menelpon dokter terlebih dulu dan membuat janji bertemu atau dijemput oleh petugas kesehatan.
  • Pisahkan diri dengan orang-orang dan hewan peliharaan yang tinggal bersama. Bila memungkinkan, tetaplah tinggal di ruangan terpisah dan gunakan kamar mandi terpisah. Meskipun tidak ada laporan penularan virus corona baru ke hewan peliharaan, namun Sobatku disarankan untuk membatasi kontak dengan hewan sampai tahu kondisi kesehatan yang sebenarnya.
  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun. Praktikan menjaga kebersihan tangan dan rajin mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah penyebaran virus. Segera cuci tangan setelah membersihkan hidung, bersin, atau batuk. Juga, hindari menyentuh wajah.
  • Jangan berbagi barang-barang.  Cara lain yang perlu dilakukan menyukseskan karantina mandiri adalah dengan menghindari berbagi item dengan orang lain atau hewan di rumah. Misalnya, tempat tidur, gelas, dan handuk.
  • Bersihkan permukaan benda apapun yang bisa tersentuh tiap hari. Bukti awal menunjukan bahwa virus corona baru dapat hidup di permukaan benda selama berjam-jam atau berhari-hari dalam berbagai kasus. Oleh karena itu, Sobatku dianjurkan untuk rutin membersihkannya dengan desinfektan, mulai dari gagang pintu, keyboard, ponsel, dan lainnya.
Artikel_7

Masih Malas Mandi? Alasan Berikut Akan Membuatmu Mengubah Kebiasaan Tersebut

Sobatku, apakah kamu masih malas mandi saat cuaca sedang dingin? Kalau sesekali mungkin tidak masalah. Namun kalau ini jadi kebiasaan, Sobatku perlu tahu bila ada berbagai masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan. Misalnya bau badan yang tak sedap hingga membuat orang lain enggan untuk mendekat. Sebenarnya, masih ada masalah lain yang bakal Sobatku rasakan jika kebiasaan malas mandi tetap dilanjutkan. Dan berikut adalah beberapa diantaranya.

Infeksi Dari Kuman

Sepanjang hari, kamu tentu telah melakukan kontak dengan berbagai permukaan benda yang faktanya penuh dengan kuman, termasuk ponsel, keyboard, gagang pintu, atau alat transportasi umum. Selama seharian, tangan kamu tertransfer kuman tersebut pada berbagai area tubuh dan setiap luka atau goresan yang tidak terawat dapat memindahkannya ke aliran darah. Hal ini pun membuat Sobatku rentan terhadap berbagai masalah kulit. Tidak hanya itu, kamu juga dapat meningkatkan peluang tertular infeksi bakteri atau jamur.

Kondisi Kulit Seperti Jerawat atau Folikulitas

Kebiasaan malas mandi memastikan bila kotoran, keringat, dan sel-sel kulit mati terakumulasi pada permukaan kulit. Hal ini pun dapat memperburuk kondisi kulit, terutama bagi mereka yang memiliki masalah jerawat. Punya kebiasaan malas mandi juga dapat memicu folikulitas, di mana ini mengacu pada peradangan folikel rambut.

Dermatitis Neglecta

Disebut juga dengan unwashed dermatosis, akumulasi keringat dan kotoran pada kulit juga memicu berkembangnya warna kulit tidak merata dan ini sudah pasti menjadi kabar buruk bagi kaum hawa. Umumnya, masalah ini dapat diredakan dengan menggunakan penyeka alkohol dan rajin menyabuninya.

Bau Badan

Ini adalah salah satu masalah paling umum yang akan terjadi bila Sobatku malas mandi. Keringat memang tidak berbau, namun tidak membersihkan area yang sering berkeringat seperti di bawah ketiak, lipatan lengan dan kaki (terutama bila kamu memakai kaus kaki dan sepatu tiap hari), dapat memicu bau badan. Hal ini disebabkan karena bakteri pada kulit dan rambut memetabolisme protein dan asam lemak hingga menimbulkan bau tidak sedap.

Sering Menggaruk Badan Karena Gatal

Masalah lain yang dapat terjadi saat Sobatku punya kebiasaan malas mandi adalah akan sering menggaruk-garuk badan karena kulit terasa gatal. Tidak bisa dibantah lagi bila tidak mandi secara rutin akan membuat tubuh terasa gatal. Hal ini disebabkan oleh akumulasi sel-sel kulit mati dan bakteri.

Ditambah lagi, kamu akan merasa tidak nyaman karena akan lebih sering menggaruk-garuk badan. Bila Sobatku menggaruk permukaan kulit dengan keras, bakteri berbahaya dapat masuk pada sistem peredaran darah, di mana ini adalah sesuatu yang pasti tidak kamu inginkan karena dapat memicu masalah kesehatan lain.

Membuat Kulit Terlihat Kusam

Mandi secara teratur tidak hanya dapat menjaga kebersihan tubuh, tetapi juga memastikan bila kamu akan merasa lebih energik dan segar. Hal ini sudah terbukti. Selesai mandi, kamu pasti akan merasa lebih cerah dan bersemangat karena tubuh telah membasahi seluruh kulit dan membuatnya seperti tidak lelah lagi. Namun jika malas mandi, Sobatku tidak akan merasakan hal tersebut.

Nah bila Sobatku punya kebiasaan malas mandi dan berakhir dengan masalah kulit seperti kurap dan panu, Sobatku dapat mengandalkan Obat Kurap 19 untuk meredakan masalah tersebut. Cara mengobatinya cukup mudah. Sobatku hanya perlu meneteskan Obat Kurap 19 pada kapas, lalu dioleskan pada area yang terkena masalah kulit tersebut. Lakukan secara teratur selama seminggu atau hingga sembuh.

Artikel_6

Ini Alasan Sobatku Punya Masalah Infeksi Jamur Kuku yang Bikin Malu

Ini Alasan Sobatku Punya Masalah Infeksi Jamur Kuku yang Bikin Malu

Sekitar 10 persen dari populasi manusia pernah mengalami masalah infeksi jamur kuku. Ini adalah salah satu masalah kulit yang umum terjadi. Bahkan, ada sekitar 20 persen orang berusia 60 tahun dan 50 persen berusia 70 tahun yang mengalaminya. Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa sebagian orang punya masalah infeksi jamur kuku? Untuk lebih tahu jawabannya, Sobatku bisa baca terus artikel di bawah ini.

Secara teknis disebut dengan ‘onychomycosis’, infeksi jamur kuku (kuku bagian luar yang keras) atau alas kuku (terletak di bagian bawah kuku yang keras) paling sering muncul dengan adanya perubahan warna kuku menjadi kekuningan, putih, hitam, atau hijau. Infeksi jamur kuku juga akan membuat kuku tampak menebal dan rapuh.

Pada kasus serius dari infeksi jangka panjang (di mana semua jaringan pada kuku telah terinfeksi), kuku yang terinfeksi dapat pecah dan rontok. Infeksi jamur kuku dikatakan cukup sulit disembuhkan dan biasanya tidak hilang tanpa pengobatan anti-jamur. Ini tentu menjadi situasi yang tidak mengenakan karena ada fakta bila jamur dapat menyebar ke area lain, mulai dari tangan, kaki, dan terkadang menimbulkan rasa nyeri.

Penampilannya yang tidak enak dipandang pun membuat Sobatku merasa malu dan tidak percaya diri karena memiliki kecacatan pada kuku. Kuku pada jari kaki seringkali terkena dibandingkan dengan jari tangan. Hal ini dapat terjadi karena kuku pada jari-jari kaki lebih besar, tumbuh lebih lambat, sering mendapat tekanan dari alas kaki yang digunakan, memiliki tingkat kebersihan yang buruk, dan berada pada lingkungan tertutup (sepatu), di mana ini menjadi area yang disukai oleh jamur.

Biarpun infeksi jamur kuku tidak mengancam jiwa, tetapi itu adalah salah satu masalah kesehatan yang penting. Perlu Sobatku tahu bila infeksi jamur kuku dianggap lebih umum selama abad ke-20 akibat migrasi manusia, harapan hidup lebih lama pada orang tua, makin banyak orang punya sistem kekebalan tubuh yang terganggu (seperti penderita HIV), menggunakan alas kaki yang kaku atau memakai ruang ganti di gym.

Lalu, apa sebenarnya penyebab infeksi jamur kuku? Perlu Sobatku tahu bila infeksi jamur kuku disebabkan oleh jenis jamur berbeda, jamur (seperti Candida) dan biasanya  dialami oleh orang-orang yang sudah tua, pria, punya riwayat penyakit diabetes, obesitas, rendahnya imunitas tubuh (seperti pengidap penyakit kanker dan HIV), orang dengan tingkat kebersihan minim, dan faktor lingkungan seperti kontaminasi jamur di kolam renang, toilet umum, dan fasilitas pemandian umum.

Mengatasi masalah infeksi jamur kuku termasuk sulit untuk dihilangkan dari lingkungan karena jamur ini tumbuh dengan subur di lingkungan yang hangat dan lembap yang biasanya ditemukan di pusat kebugaran, kolam renang, kamar mandi, kaus kaki dengan serat tidak alami dan sepatu yang tertutup.

Karena spora jamur masih tetap hidup selama beberapa bulan pada kondisi lingkungan tersebut, sering terpapar lingkungan tersebut dapat meningkatkan risiko terinfeksi atau terinfeksi kembali. Agar terhindar dari infeksi jamur kuku, Sobatku disarankan untuk selalu mengenakan alas kaki saat beraktivitas dan selalu mengganti alas kaki seperti sandal atau sepatu yang basah untuk meminimalisir berkembangnya penyebab infeksi jamur kuku. 

Tetapi bila sekarang Sobatku sedang bermasalah dengan jamur kuku, Sobatku bisa meredakan masalah tersebut dengan menggunakan Obat Kurap 19. Caranya, teteskan Obat Kurap 19 pada kapas lalu aplikasikan pada kuku yang terkena infeksi. Lakukan cara ini selama kurang lebih satu minggu atau sampai masalah infeksi jamur kuku teratasi.

Artikel_5

Masih Malas Ganti Baju Setelah Olahraga? Masalah Kulit Ini Bisa Mengintai!

Sebagian orang masih punya kebiasaan malas ganti baju setelah olahraga. Padahal, baju sudah basah oleh keringat, lengket di badan dan yang pasti terasa tidak nyaman. Bila Sobatku masih melakukan hal tersebut, sepertinya perlu menghentikan karena faktanya, ada masalah kulit yang akan mengintai jika Sobatku malas ganti baju setelah olahraga. Biar makin jelas, yuk simak sama-sama artikel berikut ini.

Ruam Kulit

Keringat cenderung berasa asin dan keringat tersebut mengandung bakteri yang dapat merusak kulit. Gesekan yang terjadi pada pakaian yang dikenakan saat olahraga akan mengenai kulit dan ini cukup buruk. Bila Sobatku malas ganti baju setelah olahraga, berkeringat dan tubuh masih hangat, ini menjadi kondisi terbaik baik jamur, bakteri dan kuman untuk berkembang. Pada akhirnya, kulit mengalami ruam-ruam.

Sunburn

Sunburn atau sensasi kulit seperti terbakar sinar matahari dapat menjadi salah satu hasil dari kebiasaan buruk ini. Umumnya, sunburn yang terlihat pada bagian pundak terjadi karena Sobatku mengenakan baju olahraga lengan pendek di pantai atau di luar ruangan saat cuaca sedang terik. Pada kondisi seperti ini, keringat menghilangkan kualitas shading baju yang dikenakan hingga membuat bagian pundak tidak terlindung dan tidak berdaya.

Keringat Dingin

Alasan yang sebenarnya kenapa tubuh berkeringat adalah untuk pendinginan. Tubuh kita seperti sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), berkeringat ketika sedang panas, dan menggigil saat sedang dingin. Pada kondisi seperti ini, sistem saraf manusia  berusaha untuk membuat kita nyaman dan menjaga sistem kekebalan dari terkena flu. Namun saat Sobatku tidak ganti baju setelah olahraga dan pada kondisi berkeringat, maka Sobatku akan merasa lebih dingin karena suhu tubuh kita turun.

Jerawat

Kotoran dan debu yang berasal dari udara, peralatan olahraga, dan bila bercampur dengan keringat yang menempel di kulit, pada akhirnya dapat menyumbat pori. Saat dibiarkan begitu lama, bintik jerawat pun akan muncul dan menyebar, di manapun keringat itu berada. Dan karena baju yang basah oleh keringat cenderung hangat, bakteri pun bisa tumbuh dengan lebih cepat.

Infeksi Jamur

Tidak ada yang lebih disukai oleh jamur selain kondisi hangat dari tubuh yang berkeringat. Mereka bisa tumbuh dengan subur tanpa perlu banyak oksigen. Bila Sobatku malas ganti baju setelah olahraga, hal inilah yang akan terjadi. Pakaian olahraga yang basah oleh keringat dapat menjadi tempat yang subur untuk berkembangnya jamur, di mana ini bisa memicu kurap, kadas, infeksi jamur vagina, dan infeksi jamur kulit lainnya.

Kulit Lecet

Kulit lecet juga dapat terjadi karena kulit yang ada di bawah pakaian olahraga yang kotor dan basah kemudian menjadi lembut dan lembap sehingga bila terjadi gesekan dapat membuat kulit menjadi lecet. Ini terutama terjadi jika Sobatku mengenakan pakaian dengan jenis bahan lycra sintetis atau material lain dengan tekstur keras.

Infeksi Staph

Staphylococus aureus adalah bakteri kecil jahat yang diketahui dapat menyebabkan penyakit parah pada sistem pernapasan, menyebabkan keracunan makanan dan pada kasus ekstrim dalam masuk ke peredarahan darah hingga menyebabkan kematian. Kondisi ini terjadi akibat kebiasaan buruk yang sering disepelekan, yaitu malas ganti baju setelah olahraga.

Jika termasuk orang yang rajib berolahraga, Sobatku perlu meninggalkan kebiasaan buruk tersebut karena keringat yang timbulkan tanpa disadari dapat menjadi penyebab berbagai masalah kulit. Namun jika masalah kulit sudah terjadi, Sobatku tidak perlu panik karena kamu bisa memakai Obat Kurap 19 untuk meredakan masalah kulit seperti panu, kutu air, dan kurap. Cukup teteskan Obat Kurap 19 pada kapas, lalu oleskan pada area tersebut selama satu minggu atau sampai sembuh.

Artikel_4

‘Silent Spreader’, Penyebar Virus Corona yang Tidak Menyadari Telah Terinfeksi

Ada hal menarik yang diungkap oleh ilmuwan tentang virus corona yang menyebar dengan begitu cepat sehingga sulit untuk dikendalikan. Kebanyakan orang tidak tahu jika mereka sebenarnya telah terinfeksi karena sebagian besar hanya menunjukan gejala ringan, atau bahkan tidak mengalami gejala apapun. Mereka ini kemudian dikenal dengan ‘silent spreader’.

Silent spreader tidak tahu jika mereka menularkan virus sehingga tetap ‘melanjutkan penyebaran virus’ sambil melakukan tugas di kantor, sekolah dan aktivitas lain. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science pun menemukan bahwa 86 persen dari semua infeksi yang terjadi sebelum Cina melakukan pembatasan traveling yang ekstrim pada akhir Januari tidak terdokumentasi, alias ‘pelaku’ silent spreader.

Salah satu peneliti, Jeffrey Shaman, yang juga profesor ilmu kesehatan lingkungan di Columbia University Mailman School of Public Health, mengatakan bila silent spreader yang mereka lihat memiliki gejala ringan seperti sakit tenggorokan, kedinginan, atau pegal-pegal. Namun, gejala ini tidak memperlambat pergerakan mereka.

Barangkali, para silent spreader ini pernah mengalami gejala tersebut dan dianggap penyakit ringan dan merasa tidak perlu tinggal di rumah, tetap menggunakan alat transportasi umum, pergi bekerja, pergi ke sekolah, naik pesawat, atau melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Pada akhirnya, peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan infeksi yang tak terdokumentasi ini berkontribusi pada cepatnya penyebaran virus corona.

Tidak mengherankan jika pada akhirnya peneliti menemukan fakta jika cepatnya penyebaran virus corona disebabkan oleh keberadaan silent spreader yang tidak terdeteksi. Dengan jumlah 86 persen orang yang terinfeksi namun tak terdokumentasi, ini berarti bahwa sebagian besar dari mereka masuk pada kategori simptomologi ringan dan masih saja terus melakukan traveling kesana-kemari.

Peneliti juga menemukan bahwa bila dilihat per orang, kurang dari setengah para silent spreader mudah menularkan virus corona, dibandingkan dengan orang-orang yang dirawat di rumah sakit, atau mencari perawatan klinis. Ini tentu saja menjadi fakta yang mengejutkan. Apalagi silent spreader ini tetap keluar dan berkumpul bersama komunitas mereka hingga ‘sukses’ menyebarkan virus tanpa disadari.

Pada akhirnya, komunitas dari orang yang silent spreader temui membentuk rantai transmisi, di mana ini semakin membuat banyak orang terinfeksi dan mereka pun makin menginfeksi banyak orang. Sebagian besar infeksi tersebut, faktanya, ringan dan kabar buruknya adalah mereka termasuk orang yang cenderung tidak akan pergi ke dokter untuk mencari bantuan medis.

Bagi sebagian orang, gejala sakit tersebut dianggap biasa karena gejalanya hampir mirip dengan jenis virus musiman yang selama ini beredar, seperti influenza. Dengan mayoritas penderita yang terinfeksi dan tidak terdokumentasi, dan saat silent spreader merasa tidak perlu pergi ke dokter dan masih pergi ke luar rumah untuk berinteraksi dengan orang lain, tidak mengherankan jika orang lain yang berinteraksi dengannya akan tertular.

Lalu, apa yang perlu dilakukan untuk memerangi silent spreader? Sebenarnya ini telah dilakukan di Cina, yaitu saat mereka menerapkan aturan ketat untuk mengatur masyarakat di Wuhan. Pemerintah setempat pada dasarnya membatasi perjalanan dan aktivitas apapun dengan menutup sekolah dan bisnis, serta mewajibkan semua orang untuk tetap tinggal di rumah.

Tidak hanya itu, pemerintah setempat juga menegakan aturan secara paksa dan bahkan melakukan pelacakan kontak. Penerapan aturan yang agresif ini pun dapat memetakan di mana orang-orang yang terinfeksi dan mewajibkan mereka untuk melakukan karantina mandiri. Bahkan, silent spreader ini diminta untuk memberi tahu dengan siapa saja mereka berinteraksi. Dengan cara seperti ini, penyebaran virus corona pun dapat dibatasi secara optimal.

Artikel_3

FAQ Physical Distancing: Langkah Penting Melindungi Diri Dari Virus Corona

Social distancing atau physical distancing menjadi salah satu hal yang disarankan oleh badan kesehatan dunia (WHO) untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Selain itu, Sobatku juga dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh wajah, dan tinggal di rumah bila merasa tidak enak badan. Biarpun begitu, ada berbagai hal tentang physical distancing yang perlu Sobatku ketahui. Dan berikut adalah beberapa diantaranya.

Apa itu physical distancing?

Physical distancing adalah praktik yang dengan sengaja mengurangi kontak erat antar orang per orang. Hal ini juga berarti keluar dari kerumunan sebisa mungkin, menghindari pertemuan massal, dan mempertahankan jarak sekitar satu meter dengan orang lain bila memungkinkan.

Kenapa physical distancing menjadi penting?

Physical distancing menjadi sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti covid-19 atau corona virus. Covid-19 dapat menyebar melalui batuk, bersin, dan kontak dekat. Dengan meminimalisir kontak jarak dekat dengan orang lain, hal itu dapat mengurangi kemungkinan Sobatku terkena virus dan menyebarkannya pada orang lain.

Untuk siapa physical distancing menjadi penting?

Tentu saja, physical distancing menjadi hal penting untuk kita semua. Tetapi seseorang yang memiliki risiko lebih tinggi dan memiliki komplikasi serius yang disebabkan oleh virus corona seharusnya harus lebih berhati-hati dalam menjaga jarak dengan orang lain. Orang-orang yang memiliki risiko komplikasi tinggi adalah orang tua dan orang-orang yang memiliki kondisi medis kronis tertentu seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit paru-paru.

Apa itu ‘meratakan kurva’ dan apa hubungannya dengan physical distancing?

Meratakan kurva mengacu pada pengurangan jumlah orang yang sakit di saat yang bersamaan. Jika ada lonjakan tinggi terhadap kasus covid-19 sekaligus, sistem perawatan kesehatan dan sumber daya yang ada secara potensial akan kewalahan. Usaha untuk mencegah penyebaran virus corona, seperti physical distancing dapat membantu menjaga jumlah orang yang sakit secara bersamaan menjadi se-sedikit mungkin.

Kapan seharusnya seseorang mempraktikan physical distancing?

Waktu terbaik untuk memulai physical distancing adalah sebelum sakit akibat covid-19 meluas di sekitar komunitas kamu. Situasi masing-masing komunitas tentu saja unik sehingga penting untuk mengikuti panduan pemerintah lokal, departemen kesehatan dan penyedia perawatan kesehatan.

Bagaimana harus mempraktikan physical distancing di tempat kerja?

Sebagian besar pekerja kantor dihimbau untuk bekerja dari rumah. Namun, ada beberapa profesi yang tidak dapat mempraktikan hal tersebut. Jadi bila memungkinkan, jaga jarak sekitar satu meter antar orang per orang. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran virus corona. Selain itu, Sobatku juga dianjurkan mencuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh wajah dan tinggal di rumah jika sakit.

Apakah wajar bila merasa khawatir saat belanja kebutuhan pokok?

Di setiap tempat, di mana banyak orang berkumpul, ada risiko potensial terjadi penularan penyakit. Ketika Sobatku pergi ke toko bahan makanan dan supermarket, selalu praktikan untuk menjauh dengan orang lain dalam jangkauan satu meter atau lebih. Ini adalah salah satu teknik yang dapat diterapkan agar Sobatku terhindar dari penyebaran penyakit.

Haruskah saya naik transportasi umum?

Bila Sobatku memiliki pilihan, naiklah motor atau mobil, berjalan kaki ke tempat kerja, atau bekerja dari rumah. Cara ini dianggap dapat mengurangi jumlah orang-orang yang memakai transportasi umum. Dalam beberapa situasi, adalah penting untuk melakukan physical distancing atau menjaga jarak agar Sobatku tidak tertular virus corona atau menyebarkannya pada orang lain.