Artikel_3

FAQ Physical Distancing: Langkah Penting Melindungi Diri Dari Virus Corona

Social distancing atau physical distancing menjadi salah satu hal yang disarankan oleh badan kesehatan dunia (WHO) untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Selain itu, Sobatku juga dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh wajah, dan tinggal di rumah bila merasa tidak enak badan. Biarpun begitu, ada berbagai hal tentang physical distancing yang perlu Sobatku ketahui. Dan berikut adalah beberapa diantaranya.

Apa itu physical distancing?

Physical distancing adalah praktik yang dengan sengaja mengurangi kontak erat antar orang per orang. Hal ini juga berarti keluar dari kerumunan sebisa mungkin, menghindari pertemuan massal, dan mempertahankan jarak sekitar satu meter dengan orang lain bila memungkinkan.

Kenapa physical distancing menjadi penting?

Physical distancing menjadi sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti covid-19 atau corona virus. Covid-19 dapat menyebar melalui batuk, bersin, dan kontak dekat. Dengan meminimalisir kontak jarak dekat dengan orang lain, hal itu dapat mengurangi kemungkinan Sobatku terkena virus dan menyebarkannya pada orang lain.

Untuk siapa physical distancing menjadi penting?

Tentu saja, physical distancing menjadi hal penting untuk kita semua. Tetapi seseorang yang memiliki risiko lebih tinggi dan memiliki komplikasi serius yang disebabkan oleh virus corona seharusnya harus lebih berhati-hati dalam menjaga jarak dengan orang lain. Orang-orang yang memiliki risiko komplikasi tinggi adalah orang tua dan orang-orang yang memiliki kondisi medis kronis tertentu seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit paru-paru.

Apa itu ‘meratakan kurva’ dan apa hubungannya dengan physical distancing?

Meratakan kurva mengacu pada pengurangan jumlah orang yang sakit di saat yang bersamaan. Jika ada lonjakan tinggi terhadap kasus covid-19 sekaligus, sistem perawatan kesehatan dan sumber daya yang ada secara potensial akan kewalahan. Usaha untuk mencegah penyebaran virus corona, seperti physical distancing dapat membantu menjaga jumlah orang yang sakit secara bersamaan menjadi se-sedikit mungkin.

Kapan seharusnya seseorang mempraktikan physical distancing?

Waktu terbaik untuk memulai physical distancing adalah sebelum sakit akibat covid-19 meluas di sekitar komunitas kamu. Situasi masing-masing komunitas tentu saja unik sehingga penting untuk mengikuti panduan pemerintah lokal, departemen kesehatan dan penyedia perawatan kesehatan.

Bagaimana harus mempraktikan physical distancing di tempat kerja?

Sebagian besar pekerja kantor dihimbau untuk bekerja dari rumah. Namun, ada beberapa profesi yang tidak dapat mempraktikan hal tersebut. Jadi bila memungkinkan, jaga jarak sekitar satu meter antar orang per orang. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran virus corona. Selain itu, Sobatku juga dianjurkan mencuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh wajah dan tinggal di rumah jika sakit.

Apakah wajar bila merasa khawatir saat belanja kebutuhan pokok?

Di setiap tempat, di mana banyak orang berkumpul, ada risiko potensial terjadi penularan penyakit. Ketika Sobatku pergi ke toko bahan makanan dan supermarket, selalu praktikan untuk menjauh dengan orang lain dalam jangkauan satu meter atau lebih. Ini adalah salah satu teknik yang dapat diterapkan agar Sobatku terhindar dari penyebaran penyakit.

Haruskah saya naik transportasi umum?

Bila Sobatku memiliki pilihan, naiklah motor atau mobil, berjalan kaki ke tempat kerja, atau bekerja dari rumah. Cara ini dianggap dapat mengurangi jumlah orang-orang yang memakai transportasi umum. Dalam beberapa situasi, adalah penting untuk melakukan physical distancing atau menjaga jarak agar Sobatku tidak tertular virus corona atau menyebarkannya pada orang lain.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *